Pada statistik inferensial terdapat statistik parametris dan nonparametris. Statistik parametris digunakan untuk menguji parameter populasi melalui statistik, atau menguji ukuran populasi melalui data sampel.Pengertian statistik di sini adalah data yang diperoleh dari sampel. Parameter populasi ini meliputi: rata-rata dengan notasi µ (dibaca: myu), simpangan baku σ (dibaca: sigma), dan varians σ^2. Sedangkan statistiknya adalah meliputi: rata-rata X-bar, simpangan baku s, dan variansi s^2
Jadi parameter populasi yang berupa µ siuji melalui X-bar, selanjutnya σ diuji melalui s, dan σ^2 diuji melalui s^2. Dalam statistik, pengujian parameter melalui statistik (data sampel) tersebut dinamakan uji hipotesis statistik. Oleh karena itu penelitan yang berhipotesis statistik adalah penelitian yang menggunakan sampel. Dalam statistik hipotesis yang diuji adalah hipotesis nol, karena tidak dikehendaki adanya perbedaan antara parameter populasi dan statistik (data yang diperoleh dari sampel).
Sebagai contoh nilai suatu pelajaran 1000 mahasiswa rata-ratanya 7,5. Selanjutnya misalnya, dari 100o mahasiswa itu diambil sampel 50 orang dan nilai rata-ratanya dari sampel 50 mahasiswa itu 7,5. Hak ini berarti tidak ada perbedaan antara parameter (data populasi) dan statistik (data sampel). Hanya dalam kenyataannya nilai parameter jarang diketahui. Statistik nonparametris tidak menguji parameter populasi tetapi menguji distribusi.
Penggunaan statistik parametris dan nonparametris tergantung pada asumsi dan jenis data yang akan dianalisis. Statistik parametris memerlukan terpenuhi banyak asumsi. Asumsi yang utama adalah data yang akan dianalisis harus berdistribusi normal. Selanjutnya dalam penggunaan salah satu test mengharuskan data dua kelompok atau lebih yang diuji harus homogen, dalam regresi harus terpenuhi asumsi linearitas.
Statistik nonparametris tidak menuntut terpenuhi banyak asumsi, misalnya data yang akan dianalisis tidak harus berdistribusi normal. Oleh karena itu statistik nonparametris sering disebut distribution free(bebas distribusi) Statistik parametris mempunyai kekuatan yang lebih dari pada statistik nonparametris, bila asumsi yang melandasi terpenuhi.
Penggunaan kedua statistik tersebut juga tergantung pada jenis data yang dianalisis. Statistik parametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data interval dan rasio, sedangkan statistik nonparametris kebanyakan digunakan untuk menganalisis data nominal dan ordinal.
Jadi untuk menguji hipotesis dalam penelitian kuantitatif yang menggunakan statistik, ada dua hal utama yang harus diperhatikan, yaitu macam data dan bentuk hipotesis yang diajukan.
Terima kasih penjelasannya,.. sangat bermanfaat..
BalasHapus